sys-ok Fans Club
Sobat Mau Jago Soal Hardware?? Klik Di Sini!!


Tampilkan postingan dengan label elecktonik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elecktonik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Aplikasi Dasar Transistor sebagai Saklar


Contoh ini adalah dengan beban induktif yaitu berupa relay
Dengan memakai perhitungan praktis:
1.Relay DC 12V umumnya punya tahanan dalam sebesar 400ohm,
jadi relay akan bekerja jika ada  arus sebesar 12V/400ohm = 0,03mA yang melaluinya
2.Transistor yang dipilih sebaiknya adalah High speed switching, biasanya dimulai dengan kode 2N,misalnya 22N3904,2N2222,2N3906,2N2904 dll, bisa dicari di datasheetarchive.com dengan kata kunci:”High speed switching Transistor”
3.Hfe dari 2N3904 sebesar 100, disipasi daya Max-nya 600mwatt.
Jadi dengan beban Relay sebesar 30ma,perhitungan praktisnya adalah:
Ib = Ic/hfe   =  30ma/100 = 0,0003
Maka dapat ditentukan Rb = Vb – 0,6/Ib
Rb = 5V-0,6V/0,0003A
= 14666ohm
Karena Resistor 14666ohm tidak ada dipasaran,maka dapat digunakan resistor sebesar 15000ohm atau 15K
4.Sebagai tambahan dapat ditambahkan led sebagai indicator,perlu diketahui led menyerap arus sebesar 20ma,jadi perlu dideretkan dengan hambatan pelawan arus.
5.Diode yang dipasang terbalik pada gambar diatas, digunakan khusus untuk beban induktif, disebut juga diode kickback,fungsinya mencegah arus transient yang sangat besar ketika terjadi pemutusan arus.
6.Vb bisa diperoleh dari output Serial/parallel port computer, dari I/O mikrokontroler dan device-device digital lainnya.
Read More >>

Read more ...

Jumat, 12 Oktober 2012

implementasi sistem mikroprosesor/mikrokontroler


1. ELECTRONIC FUEL INJECTION
EFI diatur secara digital  sehingga setiap ada perubahan kondisi penggunaan sepedamotor ECU akan mengatur supaya kondisi AFR(Air Fuel Ratio) ideal tetap dapat dicapai. pada sistem EFI karena adanya sensor suhu udara (Inlet Air Temperature) maka saat kondisi kepadatan O2 berubah, pasokkan BBM pun disesuaikan (waktu buka injector ditambah atau dikurangi). Jadi sepedamotor yang menggunakan EFI digunakan siang atau malam tetap optimum alias tenaga tetap sama. BBM dihisap oleh mesin BBM diinjeksikan/disemprotkan ke dalam mesin Pengapian Terpisah Sistem Pengapian menyatu
2. INSTRUMEN LIFT
Sensor limit switch digunakan untuk menditeksi buka dan tutup pintu lift. Dibangun dengan jalan menempatkan dua buah limit switch yang terletek pada bagian ujung atas pintu untuk mendapatkan sinyal jika pintu lift telah terbuka penuh sehingga motor bergerak sinyal jika pintu lift telah terbuka penuh sehingga motor pengerak pintu yang bisa berhenti secara otomatis. Yang mana salah satu kakinya dihubungkan ke ground sedangkan kai yang satunya ke port mirokontroler.
3. ALAT UKUR PENCACAH BANYAKNYA PUTARAN MOTOR MENGGUNAKAN PIC16F84
Pada dasarnya PIC memerlukan 4 hal untuk dapat membuatnya bekerja, antara lain
•Sumber tegangan 5 Volt untuk sumber daya pada IC
•Clock yang berfungsi memberikan kemampuan IC untuk memproses       instruksi
•Software yang berisi suatu rentetan instruksi yang kita buat
•Programmer/downloader untuk memprogram  mikrokontroller PIC16F84A

4.  MIKROKONTROLER AT89C51
Mikrokontroler AT89S51 memiliki tegangan yang rendah, performa yang tinggi, CMOS 8-bit mikrokomputer dengan 2K byte dari cahaya PEROM (programmable and erasable read only memory). Alat ini diproduksi menggunakan teknologi highdensity Atmel yang memorinya tidak mudah hilang dan kompatibel dengan set instruksi standard MCS51 dengan mengkombinasikan sebuah CPU 8 bit yang serba guna dengan cahaya pada chip monolitik, Atmel 89C51 penuh dengan yang bertenaga mikrokomputer yang menyediakan kefleksibelan yang tinggi dan solusi biaya efektif yang ditanamkan pada banyak aplikasi kontrol. Mikrokontroler AT89S51 mempunyai memori yang bisa digunakan untuk menyimpan instruksi (perintah) berstandar MCS-51 code, sehingga memungkinkan mikrokontroler ini bekerja dalam mode Single Chip Operation (Mode Operasi Keping Tunggal) yang tidak memerlukan eksternal memori (memori luar) untuk menyimpan source code tersebut.
5.  ALAT PENGOLAH DATA PADA VCD/DVD PLAYER
Karena data disimpan dalam CD dalam keadaan dikompres, maka untuk mengubahnya menjadi gambar atau suara perlu dilakukan dekompresi data yang jelas memerlukan algoritma tertentu yang diwujudkan dengan program. Tentu saja ini memerlukan sistem mikroprosesor.
6.  PROVIDER TELEPON DIGITAL SEPERTI ISDN,DSL, dll
Selain untuk switching atau penyambungan dan queuing atau antrian, sistem mikroprosesor pada provider telepon digital juga dimanfaatkan untuk banyak hal lain termasuk network management dan optimasi Quality of Service.
7.  MIKROKONTROLER AVR UNTUK PENGENALAN AUDIO PADA FREKUENSI RENDAH
Sinyal audio diterima menggunakan condenser di sampling dengan jumlah sample 256. Konversi ke bentuk digital dilakukan menggunakan ADC internal mikrokontroler Atmega32. Sinyal kemudian ditransformasi menggunakan Real-Valued Fast Fourier Transform dengan fungsi Hanning window. Hasil transformasi berupa 128 subband dikelompokan menjadi 6 band. Rata-rata dari nilai magnitudo 6 band dari 25 kali penyamplingan ini dikenali dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan 6 neuron input layer, 15 neuron hidden layer dan 4 neuron output layer. Jenis audio dikenali dan dikategorikan menjadi 4 jenis yaitu berita, musik 1, musik 2 dan sinyal input lemah. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa proses learning lambat, untuk 23 pasangan pembelajaran dibutuhkan 5-9 jam untuk mendapat error total pasangan pembelajaran 0.1. Proses pengenalan dengan input berupa input pembelajaran berhasil dengan baik. Sedangkan input dengan audio lain keberhasilan berkisar 50%
Read More >>

Read more ...

Rabu, 10 Oktober 2012

Modifikasi PC power supply 12V menjadi 13.8V



Pilihan modifikasi power supply (ps) switching PC diambil dengan pertimbangan sbb:
  • mudah diperoleh dan berharga relatif murah
  • effisiensi switching yang tinggi
  • ukuran yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan bila dibandingkan dengan kemampuan arus yang sama bila menggunakan trafo konvensional
PS yang dapat dimodifikasi pada penjelasan berikut adalah PS yang menggunakan IC TL494 atau K7500 atau yang sejenis sebagai IC smpsnya, walaupun dengan prinsip yang sama dapat diterapkan pada ps yang lain. Buat rekan-rekan amatir radio mungkin ini bisa jadi solusi mur mer untuk rig nya, tidak perlu beli ps yang mahal-mahal.
cara modifikasi:
  • lepaskan ps dari chassing dan pastikan sudah cukup waktu bagi capasitor tegangan tinggi untuk mengosongkan isinya
  • buka penutup chassing PS dan perhatikan chips spms
  • perhatikan resistor2 disekitar pin 1 IC smps, nilai resistor sengaja tidak saya sebutkan karena bisa berbeda antara satu merek dengan yang lainnya
  • lepas resistor yang menghubungkan pin 1 dengan tegangan 5V dan 12V (perhatikan ilustrasi skema berikut)
TL494 feedback
  • resistor yang menghubungkan pin 1 ke ground tidak perlu dilepas.
  • ganti resistor yang menghubungkan pin 1 dan 12V dengan multiturn resistor 50K setelah sebelumnya diatur sehingga memberikan nilai kurang lebih 25K   (pin tengah dihubungkan ke salah satu pin yang dipinggir)
ganti resistor feedback dengan VR multiturn
  • nyalakan ps dan ukur keluaran 12V (kabel berwarna kuning) lalu atur multiturn hingga bacaan tegangan 12V menjadi 13.8V
13.8V dari PC power supply
  • bila diinginkan maka kabel-kabel untuk tegangan lain 3.3V, dan 5V bisa dilepas
  • silahkan  gunakan chasing baru baru bila diinginkan atau bisa ditambakan instrument volt dan ampere meter atau bisa juga ditambahkan LCD dsb.
bentuk akhir bisa ditambahkan LCD untuk bacaan tegangan dan arus
datasheet:
TL494
Read More >>

Read more ...

Selasa, 09 Oktober 2012

Pelindung PCB Homebrew (Jus Gondorukem)



Permasalahan yang saya hadapi setelah membuat PCB homebrew adalah setelah dibiarkan beberapa waktu maka lapisan tembaga PCB akan teroksidasi. Permukaan logam yang semula mengkilap menjadi kusam dan berubah warna kadang-kadang menjadi kehitaman. Rangkaian yang sudah jadipun dengan berjalannya waktu lapisan PCB-nya akan teroksidasi, terlebih dalam kondisi lembab bisa muncul karat berwarna kehijauan.
Dulu sewaktu masih SMP saya sering membaca di majalah Elektron ada spray khusus pelapis PCB buatan Jerman dengan fungsi melindungi lapisan tembaga dari korosi dan memudahkan proses penyolderan, tetapi waktu itu tentu hanya menjadi angan-angan saja bagi saya untuk memilikinya.
Ketika saya memulai lagi hobi homebrew ini permasalahan yang sama muncul kembali, tetapi kali ini saya bisa terbantu oleh kehadiran internet dengan beraneka ragam informasi di dalamnya.
Saya sudah lupa dimana memperoleh informasi ini tetapi saya sempat membaca cara melindungi PCB menggunakan gondorukem, saya coba dan saya praktekkan yaitu sebagai berikut :
1. Ambil botol kaca / gelas ukuran 100 ml kurang lebih. Cari yang ada tutupnya logam berulir. Punya saya pakai botol bekas obat batuk hitam, silahkan pakai botol bekas apa saja tidak akan mempengaruhi hasilnya.
2. Isi botol dengan thinner untuk cat kira-kira 80 %, pokoknya tidak penuh begitulah kira-kira.
3. Ambil gondorukem, atau di toko besi / bangunan kadang-kadang disebut siongka (salah satu campuran untuk plitur).  Bentuknya berupa kristal berwarna kekuningan. Jumlahnya yang dibutuhkan jika dipadatkan kira-kira berukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm. Hancurkan sehingga berbentuk tepung halus. Caranya bisa ditumbuk (resiko sebagian hilang terlontar kemana-mana), atau diiris/dikikis sedikit-sedikit menggunakan pisau.
4. Masukkan sebagian bubuk gondorukem ke dalam botol berisi thinner lalu botol ditutup rapat dan dikocok-kocok sampai kristal gondorukem larut. Demikian terus diulangi sampai bubuk gondorukem habis atau mulai ada kristal yang tidak larut.  Selesai.
5. Beri label pada botol dan tulisan peringatan, kemudian simpan di tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan sampai larutan ini diminum secara tidak sengaja.


Gambar :  Gondorukem ( Gum Rosin ) Contoh Produksi Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani).  Berasal dari pemasakan getah pohon Pinus merkusii.

Cara penggunaan larutan ini adalah dengan dioleskan merata pada permukaan tembaga PCB homebrew dengan menggunakan kuas. Setelah beberapa menit maka permukaan PCB akan mengering dan tampak mengkilap indah sekali dan terhindar dari korosi. Waktu PCB digunakan dan kita menyolder kaki-kaki komponen akan lebih mudah, tidak perlu menambah gondorukem lagi sebagai teman bagi timah solder.  Pengolesan larutan otomatis akan menghapus bekas-bekas sidik jari, bekas telapak tangan atau bekas telapak kaki waktu menggergaji PCB sehingga hasilnya pasti kinclong, mengkilat Broo . . .
Jangan lupa larutan ini sebelum diminum, eh . . . sebelum digunakan, harus dikocok dulu agar kekentalannya merata dan hasil olesannya pada PCB juga seragam.
Demikian rekan-rekan, sekedar mencatat kembali untuk acuan sewaktu-waktu dibutuhkan, semoga bermanfaat.
Catatan :
Jumlah 100 ml ini buat saya sudah cukup banyak dan rasanya tidak habis-habis, silahkan kalau ada yang akan membuat 1 liter hehehe . . .
Dilarang  pakai botol bekas Mansion House atau Vodka atau Topi Miring.  Baru pakai botol OBH saja gambarnya sudah goyyyangng  begini nih . . .


Read More >>

Read more ...

Senin, 08 Oktober 2012

Memotong Batang Ferit



Batang ferit umumnya diperoleh rekan amatir dari perangkat spul antena radio MW/SW, dan sebagian ada yang dijual terpisah di toko elektronika yang usianya sudah cukup lanjut berupa sisa persediaan komponen yang harga aslinya sudah tidak diketahui lagi. Batang ferit dibutuhkan untuk membuat induktor alias koil RF khususnya jika kita tidak dapat memperoleh beraneka macam toroid yang dipersyaratkan dalam rangkaian.
Pada umumnya batang ferit berukuran diameter 1 cm panjang 10 – 20 cm, sementara kebutuhan untuk membuat kumparan/induktor antara 1 cm sampai 3 atau 4 cm saja sehingga harus dilakukan pemotongan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa masing-masing homebrewer punya cara “rahasia” mengingat sulitnya memotong ferit sesuai yang dibutuhkan. Tidak jarang kita mendapatkan potongan yang diinginkan tetapi sisanya hancur berantakan.
Cak mamat_sby berkenan memberikan bocoran rahasia memotong ferit sebagai berikut :
sedikit masukan buat para homebrew untuk motong ferit pakai pensil 2b dilingkarkan pada ferit tsb trus kabel solder dipotong sebelah la yang dipotong tadi di tempelkan pada ferit yg dilingkari pensil tadi jeees langsung putul rapi dan pas
Nah, mengingat informasinya disampaikan dengan kata-kata sandi tentunya perlu diterjemahkan secara praktis walaupun belum tentu tepat. Saya melakukan percobaan untuk menebak bahasa sandi cak mamat_sby sebagai berikut :
1. Ambil batang ferit kesayangan kita.
2. Ukur sesuai panjang yang dibutuhkan dan beri tanda melingkari batang ferit menggunakan pensil. Pakai pensil 2B bisa terlihat jelas, pakai pensil HB juga terlihat jelas.

3. Ambil kabel listrik panjangnya kira-kira cukup untuk 2 – 3 lilitan pada batang ferit, buang isolasinya. Kawat tembaga yg berupa serabut halus tersebut dipilin menjadi satu berukuran agak tebal, kemudian dililitkan tepat pada tanda yang kita buat menggunakan pensil. Kedua ujung kawat dipilin sehingga kawat melilit kencang pada batang ferit membentuk lingkaran.

4. Ambil alat solder dan panaskan sampai maksimal. Ambil timah dan disolderkan pada kawat tembaga yang melilit pada ferit, melingkar penuh satu lingkaran. Panaskan terus secara merata selama satu sampai dua menit.
5. Selagi ferit masih panas segera ambil tang yang cukup besar, jepit ferit bagian kanan garis dengan satu sisi tang merapat pada kawat tembaga bersolder. Pegang batang ferit bagian kiri garis seerat mungkin dengan tangan kiri, genggam tang sekuat mungkin dengan tangan kanan, gerakkan tang seolah-olah akan membengkokkan ferit ke atas (putar pergelangan tangan ke kiri) dengan mantap.

6. Apabila panas solder sudah memadai dan gerakan tangan cukup mantap maka ferit akan putus dekat garis yang ditentukan dan ujungnya relatif rata.


7. Apabila panjang ferit terbatas dan tidak mungkin digenggam tangan maka satu ujung ferit bisa ditekankan pada meja atau lantai sementara dua tangan menggenggam tang dan melakukan gerakan untuk mematahkan ferit.
Dengan cara di atas saya sukses membuat potongan sepanjang 3 cm, 4 cm dan 1 cm tanpa ada ferit yang terbuang.

Kepada cak mamat_sby, apabila terjemahan saya kurang tepat atas sandi rahasia anda, dimohon dapat menanggapi sehingga bisa lebih josgandhosss . . . .
Keterangan :  Saya mencoba juga pemanasan kawat tanpa diberi timah hasilnya proses pematahan agak susah dan sedikit kurang rapi.  Dengan menggunakan timah maka timah yang meleleh menempel rapat pada ferit sehingga panas yang disalurkan dari besi solder lebih merata, begitu mungkin alasannya ya ?
Selamat mencoba.

Update :
Saya sudah coba metode asli cak mamat dengan susunan sebagai berikut : dari PLN  (yg ada setrumnya) ke bohlam 40 Watt sambung ke kabel menempel pada garis pensil 2B pada ferit (salah satu sisi).  Dari garis pensil 2B pada ferit (sisi seberangnya, masih di garis lingkaran yg sama) ke kabel, ke PLN (massa / arde / netral).  Hasilnya sebagai berikut :
1.  Pada ferit abu-abu, tidk ada reaksi apa-apa.  Ferit ini sekalipun kabelnya ditempelkan ke badan maupun ujung ferit sama sekali tidak ada reaksi bahkan pada ferit yang sudah patah ujungnya.
2.  Pada ferit hitam ketika kabel ditempelkan pada garis pensil muncul percikan bunga api, bohlam menyala, dan lama kelamaan ferit menjadi panas khususnya pada pertemuan kedua kabel (garis pensil 2B).  Ketika saya coba tempelkan di tempat lain yang tidak ada garis pensilnya, reaksinya sama yaitu bohlam menyala.  Bisa disimpulkan ferit hitam ini menghantarkan listrik.  Sekalipun sudah ditempelkan tiga menit dan kabelnya ikut menjadi panas, ferit belum bisa patah.  Nah, mungkin cak mamat bisa membahas kekurangan percobaan saya dimana supaya ferit betul-betul bisa patah.
Bagaimana kalau dari kabel PLN langsung ke ferit ?  Siap-siap listrik korslet atau tangan kesetrum ?  Nanti ah, percobaan ditunda dulu menunggu komentar cak mamat.
Read More >>

Read more ...

Minggu, 07 Oktober 2012

RFC Homebrew



Rekan sekalian yang baru akan mulai menggarap pemancar AM 80m Band pasti menemui skema-skema jaman dulu yang menuntut kita menggunakan Radio Frequency Choke (RFC), biasanya dengan nilai 2,5 mH dengan kemampuan arus 100 mA, 200 mA, 300 mA atau 500 mA. Kendalanya adalah sekarang kita sulit sekali menemukan komponen RFC tersebut di toko elektronik. Apakah kita bisa membuat sendiri, mari kita coba bereksperimen :
1. Kawat email 0,7 mm digulung pada ferit batang. Dibuat dulu wadah untuk menggulung, panjang 3 cm tebal 0,5 cm, diameter lubang tengah untuk inti ferit = 1 cm. Digulung sembarangan bertumpuk kira-kira 250 lilit (Koreksi pada update di bawah). Nilai induktansi sekitar 4 mH. Untuk menggantikan RFC 500 mA cukup memadai, tinggal jumlah lilitan disesuaikan (dikurangi sedikit gitu Brow . . . ).
2.  Kawat email 0,3 mm digulung pada ferit panjang sekitar 2 cm, 200 lilit baru menghasilkan 1,1 mH.  Coba nanti lilitannya kita tambah lagi.  Sabaaar gitu ya Bro ….  Mestinya RFC yang ini bisa menggantikan yang sekitar 200 mA.
Selanjutnya lihat update di bawah.
Bagaimana saya membuatnya :
Untuk mempermudah pekerjaan, saya tidak membuat koker atau kelos khusus untuk menggulung kawat, cukup bikin pinggirannya dari potongan PCB.  Silahkan tonton gambarnya.
Bagian tembaga yang lebar untuk menyolderkan kawat email dan hubungan ke bagian-bagian lain sehingga lilitan tidak terganggu.  Bagian bawah yang sempit disolderkan ke PCB induk sebagai “kaki” RFC yang tidak berhubungan dengan koil-nya ( cuma berfungsi menempelkan koil ke PCB induk ).


Di bawah ini yang 250 lilit kawat email 0,7 mm digulung acak-acakan pada ferit panjang 3 – 4 cm.

Koil yang sama dg di atas, dikurangi 100 lilit.

Yang dibawah ini pakai kawat 0,3 mm, baru 200 lilit pada ferit 2 cm .  Bisa langsung dipakai kalau rangkaian minta induktor 1 mH.

KOREKSI  TERBARU :
Dengan rasa penasaran karena koil yang dikurangi lilitannya tidak sebanding dengan catatan awal maka RFC dibongkar dan dihitung ulang.
1.  RFC dengan kawat email 0,6 – 0,7 mm, digulung acak pada ferit panjang 3 – 4 cm, jumlah lilitan adalah 300 lilit induktansi = 2,6 mH.  Setelah digulung ulang jumlah 300 lilit dibagi menjadi 3 bagian,  induktansi sekitar 2,8 mH.

2.  RFC dengan kawat email 0,3 mm, digulung acak pada ferit panjang 2 cm, jumlah lilitan sudah ditambah menjadi total 300 lilit induktansi = 3,2 mH.
Setelah lilitan dikurangi menjadi 270 lilit maka induktansi menjadi 2,6 mH.

Tentang kapasitas arus, jika dibandingkan dengan RFC 2,5 mH 100 mA tebal kawat emailnya kira-kira hanya 0,1 atau 0,15 mm tentunya RFC homebrew di atas kapasitas arusnya jauh lebih besar.
PALING TERBARU :
RFC 100 mA dibuat pada ferit panjang 1 cm, kawat email 0,1 mm ? ?,   jumlah lilitan 250 lilit setelah diukur nilai  induktansi 2,2 mH.  Kawat email setebal rambut, kalau tidak salah berasal dari bongkaran trafo adaptor 500 mA bagian primer (tap 110/220 Volt).
Percobaan awal 350 lilit = 4,4 mH.

Lilitan dikurangi 100, induktansi menjadi 2,2 mH sudah cukup memadai untuk menggantikan yang 2,5 mH.


KESIMPULAN :
Pembuatan RFC alternatif dengan induktansi mendekati 2,5 mH, dengan kapasitas arus :
a.  100 mA =  250 – 270 lilit kawat email halus ( 0,1 mm ??? ) pada batang ferit dengan panjang 1 cm.
b.  200 – 300 mA =   270 lilit kawat email 0,3 mm pada batang ferit dengan panjang 2 cm.
c.  500 mA (lebih) = 280 – 300 lilit kawat email 0,6 – 0,7 mm pada batang ferit panjang 3 – 4 cm, gulungan dibagi 3 kamar masing-masing 100 lilit.
Pada semua RFC ini kawat email digulung secara acak, asal-asalan maju mundur ke atas ke bawah terserah anda, gitu Bro . . .

Berapa nilai induktansi RFC 2,5 mH 100 mA ?

TRIO  RFC didampingi penduduk asli RFC 2,5 mH 100 mA :

Perbandingan anggota RFC Homebrew terbesar dan terkecil :

Read More >>

Read more ...

Jumat, 05 Oktober 2012

Vackar Oscillator #2 : Very Low Noise


Membuat oscillator Vackar dengan transistor 2N3904 merupakan pengalaman yang menyenangkan, sementara percobaan untuk meningkatkan dengan menggunakan FET mengalami kegagalan.  Selanjutnya saya mencoba membuat rangkaian Vackar Oscillator hasil disain Iulian Rosu (YO3DAC / VA3IUL – http://www.qsl.net/va3iul/ ) yang dimuat dalam tulisan berjudul “Very Low Phase Noise Vackar VFO for HF Transceivers”.  Seperti biasa, saya menyesuaikan dengan stock komponen yang ada di laci saya.
Sementara rangkaian digambar, silahkan unduh artikel aslinya dulu ya, Bro . . .
Kumparan pembangkit frekuensi saya buat menggunakan 50 lilit kawat email 0,3 mm pada koker silinder plastik diameter 8 mm, sama dengan pada oscillator Vackar sebelumnya.  Varco menggunakan varco besi cukup 1 gang saja.
L2 = 30 lilit kawat email 0,3 mm pada ferit batang.
L3 = L4 = 2,5 mH 100 mA, saya copot dari rangkaian pemancar yang tidak terpakai.
L5 dan L6 = dililit pada ferit balun TV menggunakan kawat email 0,3 mm, primer 20 lilit dan sekunder 5 lilit.
L7 = kawat email 0,6 mm 5 lilit diameter kumparan 1 cm, tanpa koker.
L8 = 9 lilit, sama dengan L7.
Transistor saya gunakan BD 139 untuk jenis NPN dan BD 140 untuk PNP.
Power supply + 9 Volt melalui IC 7809.
Hasil Percobaan :
Sinyal terdengar halus pada radio kempitan, bisa dituning dengan mudah frekuensi antara 3,5 MHz sampai 5,0 MHz ( kurang dan lebih, varco belum sampai mentok ).
Rangkaian tampak agak rumit tetapi pastinya tidak akan mengecewakan anda.

Update :
Percobaan oscillator ini pada beberapa rangkaian driver ternyata membawa getaran samping yang mengotori frekuensi lain pada penerima.  Diduga disebabkan metode konstruksi atau nilai komponen yang kurang tepat khususnya pada bagian trafo kopling dan filter.  Masih diperlukan percobaan lanjutan supaya hasilnya maksimal.
Untuk sementara saya kembali ke oscillator Vackar dengan 2N3904 sebagai andalan dalam percobaan.

Read More >>

Read more ...

Kamis, 04 Oktober 2012

Series Modulator PWM a la WA7JHZ



Rangkaian Modulator Seri dengan LM741 sangat baik dipergunakan untuk power rendah serta menengah.  Untuk power besar diperlukan rangkaian lain, salah satunya saya lihat tercantum pada skema-skema pemancar eksperimen David Forsman (WA7JHZ).  Ada beberapa skema pemancar dengan level output yang berbeda tetapi rangkaian modulatornya relatif sama.  Skema modulator yang saya coba, dengan nilai komponen disesuaikan dengan yang ada di laci saya, adalah sebagai berikut :

Ini dia rangkaiannya, dicoba dengan lampu bohlam sepeda motor 12 Volt / 35 Watt bisa menyala terang seirama modulasi.  Tegangan pada output antara 3 Volt sampai 22 Volt dengan supply 22 Volt, diatur dengan potensio 10k pada IC TL 494.
Video percobaan bisa dilihat di bodolanradio80@groups.facebook.com.
FET sebaiknya diberi heatsink dan kipas karena pada tegangan ouput maksimum menjadi sangat panas.  Pada tegangan output sampai 12 Volt cukup hangat saja tidak usah dirisaukan.
Rangkaian yang beroperasi bisa  terdengar pada radio kempitan ( suara kecil tidak jelas), diduga karena induksi trafo ( T1 ).  Namun demikian pengetesan pada Tx QRP hasil pancaran  modulasi baik dan tidak ada harmonik.

Hasil Percobaan :
1.  Rangkaian ini boleh dibuat dan bisa dipakai, silahkan dicoba menggunakan tegangan tinggi sebagai supply.
2.  Nilai resistor 2 Watt pada rangkaian asli adalah pada skema A ( 220 ohm dan 2 x 100 ohm ) serta pada skema B ( 300 ohm dan 2 x 150 ohm).  Saya tidak punya resistor senilai tersebut sehingga dipakai (470 ohm dan 2 x 220 ohm).
3.  Dioda di bagian akhir rangkaian saya peroleh dari bongkaran Switching Regulator bekas.  Apabila sulit mendapatkan yang sejenis mungkin bisa dicoba dioda 1N4148  diseri sampai tegangan yg sesuai dan diparalel sampai arus yang sesuai ( bingung ? hehehe . . . . ini belum saya coba ).
4.  Setting awal pada saat mencoba sebaiknya potensio volume distel minimum dan potensio power diatur di tengah, cek tegangan output menggunakan AVO meter.  Stel tegangan output maksimal 50 % dari tegangan supply ke Mosfet selanjutnya potensio volume disesuaikan sampai diperoleh modulasi yang seimbang.
Setelan potensio power :  putar kanan tegangan output rendah, sedangkan putar kiri tegangan output tinggi (kebalikan dari potensio volume).
5.  Tidak dianjurkan mengatur tegangan output mendekati tegangan supply ke Mosfet.  Diduga dengan tegangan drive yang terlalu besar menyebabkan Mosfet “ON” dan berfungsi sebagai switch/saklar sehingga tidak bisa dimodulasi.
6.  Apabila terjadi kesalahan setting sehingga terjadi tegangan terlalu tinggi atau arus terlalu besar ada kemungkinan rangkaian mati tiba-tiba.  Jangan panik kawan, silahkan bersabar ditunggu sampai Mosfet dingin dan dicoba dihidupkan lagi, besar kemungkinan dia masih berumur panjang.  Kemungkinan mati suri-nya rangkaian adalah adanya proteksi atau pengamanan dari IC TL 494.
Jangan lupa, sebelum menghidupkan kembali agar potensio diatur ulang seperti keterangan saya sebelumnya pada nomor 4 tuh lihat di atas.
Apabila masih belum berfungsi silahkan lepaskan hubungan dari T1 ke gate kedua Mosfet  kemudian coba dihidupkan lagi.  Apabila rangkaian mau hidup berarti Mosfet sudah korslet silahkan diganti saja.  Apabila rangkaian tidak mau hidup besar harapan masih diberi panjang umur tinggal sedikit bersabar menunggu dia bangun dari KOMA.  Sesudah dingin coba dihidupkan lagi.
Apabila sesudah dingin masih belum hidup juga berarti itu kelalaian  Anda terlambat memberikan pertolongan napas buatan kepada pasien sehingga Mosfet terlanjur mati putus, silahkan ganti yang baru.
7.  Perhatikan elco pada filter, sebaiknya dicari yang lebih besar dari tegangan +VCC.  Boleh jadi pada saat pengaturan anda menyetel potensio power sampai mentok ke kiri sehingga tegangan output = +VCC.  Jika tegangan elco lebih rendah maka dalam waktu singkat elco bisa meledak, kemungkinan selanjutnya Mosfet ada yang putus atau korslet.  Percayalah, saya sudah merasakannya hehe hehe . . . .
Saya pakai VCC  + 50 Volt, tegangan output power supply bisa mencapai 60 Volt.  Rangkaian PWM bisa berfungsi memodulasi pemancar Mosfet dengan arus sampai 4 Ampere tegangan pada Final 30 Volt.
Pendingin / heatsink Mosfet diganti dengan heatsink alumunium dari PSU komputer, satu keping untuk dua Mosfet.  Mosfet dipasang tanpa isolasi mika dan kabel +VCC dibaut langsung pada heatsink.  Heatsink tidak boleh menyentuh box atau terhubung dengan ground.
Selamat mencoba.  Berani mencoba, berani berhasil ! ! !
NB :  Seandainya Anda belum pernah menyaksikan kematian sebuah Mosfet, ada dua kemungkinan penyebab kematian yaitu mati putus atau mati korslet.  Penyebab kematian kedua bisa menyebabkan kematian menular pada power supply dan luka bakar parah pada trafo.  WASPADALAH.
Pasang selalu pengaman sikring dengan kapasitas  arus yang sesuai.

UPDATE :
Info dari Om Andy K. Rizal (andelumut) potensio carrier 10k bisa diganti 50k untuk pengaturan tegangan lebih optimal.  Untuk kualitas audio yg lebih baik bisa dengan merubah nilai C kopling menuju IC pre amp mic.  Terima kasih Om Andy.
Read More >>

Read more ...

Rabu, 03 Oktober 2012

Series Modulator dengan PWM



Setelah puas mencoba rangkaian Modulator Seri menggunakan LM 741 maka saya tertarik membaca kabar dari Kang Paimo untuk mencoba rangkaian Pulse Width Modulator (PWM) khususnya iming-iming pemancar punya Mbah Mangun.  Kelemahan rangkaian sebelumnya yang hanya bisa menyediakan pasokan kepada Final kurang lebih sebesar 50 % dari tegangan yang diberikan mendorong untuk mencoba rangkaian PWM, siapa tahu tegangan bisa full dan hasilnya lebih JOSSSS.
Pencarian skema yang sesuai membawa saya ke rangkaian Flyback Driver yang bisa dimodulasi audio dengan menggunakan IC TL 494 sehingga gabungan rangkaian dengan penguat Mic yang akan dicoba sebagai berikut :

Rangkaian siap dicoba  . . . . .
Rangkaian digabungkan dengan QRP Tx yang sudah dipakai untuk percobaan Modulasi Seri dengan LM 741 sehingga bisa dibandingkan antara keduanya.
HASIL  PERCOBAAN  :
1.  Rangkaian di atas bisa digunakan untuk modulasi AM dan bisa termonitor pada radio kempitan.
2.  Kualitas suara kurang jernih.  Kualitasnya kira-kira 70 % dari rangkaian modulator LM 741.
3.  Tidak ada fasilitas pengaturan tegangan output di emittor transistor seri.  Harapan semula bahwa tegangan bisa mendekati tegangan supply tetapi ternyata dengan supply 12 Volt hanya diperoleh tegangan sekitar 7 Volt yang bisa sampai di Final.  Rangkaian dengan LM 741 ( Update ) mempunyai fasilitas pengaturan yang lebih baik.
4.  Power sinyal yang dihasilkan berkebalikan dengan intensitas modulasi, dimana ketika modulasi keras maka sinyal justru berkurang.  Ada kemungkinan hal ini disebabkan rangkaian PWM di set pada konfigurasi bridge dengan 2 jenis output yang berlawanan fase yaitu pada pin 9 dan 10.  Apabila output diambil dari pin 10 mungkin dinamika sinyal akan naik turun mengikuti modulasi audio (saya belum mencobanya  :(  ).
5.  Pancaran sinyal termodulasi yang dimonitor pada radio kempitan mengandung banyak harmonik, diduga disebabkan gelombang modulasi output dari PWM berbentuk gelombang persegi.  Mungkin seharusnya output dari PWM atau transistor seri diberi low pass filter sebelum diumpankan ke Final.
Kesimpulan sementara :  Lebih baik menggunakan Series Modulator LM 741.
Silahkan lihat hasil Percobaan berikutnya :  Series Modulator PWM ala WA7JHZ, pasti cocok untuk Anda pergunakan  :)
Read More >>

Read more ...

Selasa, 02 Oktober 2012

multivibrator

Bistable Multivibrator merupakan salah satu jenis multivibrator yang memiliki output dengan keadaan stabil. Di dalam bistable multivibrator terdapat pulsa triger pada input rangkaian yang nantinya akan menyebabkan rangkaian berada pada kondisi stabil. Sedangkan pulsa yang kedua akan menyebabkan terjadinya pergeseran ke kondisi stabil lainnya.
Bistable multivibrator akan berubah jika keadaan pulsa triger di jadikan sebagai input. Multivibrator sering di sebut sebagai flip-flop. Mengapa bisa di sebut sebagai flip-flop ??? Itu karena output rangkaian multivibrator bistabil akan lompat ke satu kondisi (flip) pada saat di picu dan bergeser kembali ke kondisi lain (flop) jika di picu dengan pulsa triger berikutnya.
Rangkaian ini akan menjadi stabil, apabila berada pada kondisi dan tidak akan berubah atau toggle sampai ada perintah atau dengan di beri pulsa triger. Berikut ini kami tampilkan salah satu contoh gambar skema Bistable Multivibrator :
Bistable Multivibrator
Skema multivibrator di atas akan berada pada suatu kondisi stabil apabila rangkaian yang di gunakan pertama kali di berikan catu daya. Salah satu transistor pada rangkaian multivibrator bistabil akan berkondisi lebih cepat di bandingkan dengan multivibrator yang lain. Apabila diasumsikan Q1 pada rangkaian multivibrator diatas berkonduksi lebih dahulu dibandingkan Q2. Tegangan kolektor Q1 akan turun dengan cepat. Sambungan langsung antara kolektor dan basis menyebabkan penurunan tegangan pada Q1 dan turunnya arus IB dan IC.
Untuk mengawali perubahan kondisi pada output bistable multivibrator diperlukan pulsa triger. Pulsa negatif yang diberikan pada basis Q1 akan membuat Q1 menjadi cutoff. Pulsa positif yang diberikan pada basis Q2 menyebabkan transistor ini berkonduksi.
Tegangan ke arah positif ini tersambung kembali ke basis Q2. IB dan IC dari Q2 akan naik dengan cepat. Ini menyebabkan turunnya VC dari Q2. Sambungan langsung VC melalui R3 menyebankan turunnya IB dan IC dari Q1. Proses ini berlangsung terus sampai Q1 cutoff dan Q2 jenuh. Rangkaian multivibrator bistable akan tetap pada kondisi ini sampai ada pulsa triger untuk berubah atau catu daya dilepas.
Demikian penjelasan singkat mengenai Bistable Multivibrator, semoga rangkaian ini berguna dan bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. Baca juga artikel kami lainnya tentang Rangkaian LED dan Rangkaian Listrik.
Read More >>

Read more ...

Penguat Linier (Booster) 80m 20 Watt


Rangkaian Linear Amplifier (Penguat Linier) bertugas meningkatkan daya pancar sinyal termodulasi dari pemancar yang lebih kecil sehingga keluarannya cukup besar untuk digunakan berkomunikasi jarak jauh.
Penguat Linier yang saya buat kali ini menggunakan dasar rangkaian dari ON6MU dengan komponen aktif  Mosfet IRF 830 pada konfigurasi single ended.
Percobaan awal tanpa sinyal rangkaian sudah dapat memberikan arus idle pada drain sebesar 100 mA melalui pengaturan tegangan gate, yang dibutuhkan agar Mosfet dapat beroperasi secara linier.
Percobaan dengan sinyal menunjukkan arus drain sampai 1 Ampere pada tegangan 22 Volt tetapi dummy load bohlam 40 Watt tidak menyala, heatsink terasa cukup panas.
Update :
Percobaan lanjutan dengan tegangan 25 Volt, sumber sinyal Tx QRP power 5 Watt ( = 2,4 Watt rms), menghasilkan output pada beban dummy load 53 ohm tegangan RF 33 Volt atau Power Output 20,5 Watt ( = 10 Watt rms).  Dengan demikian penguatan rangkaian booster ini kira-kira 4 kali.
Dummy load saya yang kapasitas dayanya hanya 18 Watt, ada tuh di foto,  terasa cukup panas  ketika disentuh, sudah mulai tercium wangi karbon tetapi belum sampai mengeluarkan asap atau berubah warna.  Di ujung dummy load dilengkapi penyearah dioda germanium dan capasitor 100 nF / 100 V sebagai penyearah RF sehingga besarnya tegangan pada dummy load dapat diukur dengan AVO-meter.
Konsumsi arus listrik untuk kipas = 0,2 A, arus idle Mosfet = 0,1 A sehingga arus idle total = 0,3 Ampere.  Rangkaian setelah mendapat sinyal input RF menyedot arus total 0,9 – 1,1 Ampere.
Khusus untuk kipas disediakan tegangan 12 Volt dari IC regulator 7812 sehingga tidak terpengaruh jika power supply untuk Booster ini dinaikkan atau diturunkan tegangannya.
Belum terpasang : Rangkaian Carrier Operated Switch supaya Booster berfungsi otomatis sesuai kondisi PTT on atau off.


Gambar Skema Booster Linier 80 m Band :

Dalam percobaan terakhir saya melepas RC  feedback dari drain ke gate Mosfet  (1k + 2,2 nF), keduanya tidak dipakai.   Resistor 1k tampaknya mendapat beban arus yg cukup besar terlihat dari perubahan warna semula biru (resistor metal film) menjadi kecoklatan ketika dicopot dari rangkaian.
Nilai CA dan CB berasal dari percobaan yang memberikan power output besar tanpa menyebabkan ketidakstabilan pada frekuensi sekitar 4 MHz.  Saya menggunakan capasitor dengan tegangan 1 kV tetapi jika ada yang tegangan 150 Volt ke atas saya rasa masih cukup aman dipergunakan.
Selamat mencoba.

Read More >>

Read more ...

Mobo Gigabyte gak mau booting

Bismillah,
Dapat pasien mobo gigabyte yg gak mau booting,mau hidupkan powersuply dan fan processor tapi gak mau start. Cek fisik lihat elco dekat chipset 1000uf 6,3volt menggembung,langsung ganti coba dan alhamdulillah,cling lagi.

Read More >>

Read more ...

Senin, 01 Oktober 2012

QRP Tx + Series Modulator



Percobaan membuat transmitter besar cukup melelahkan dan belum tentu berhasil, maka saya mencoba membuat transmitter dengan daya kecil, mungkin lebih stabil walaupun boros setrum, dan menggunakan metode modulasi yang lebih besar peluang keberhasilannya.
Pembangkit getaran saya pakai Vackar Oscillator dengan transistor 2N3904, varco logam 1 gang, coil 50 lilit kawat email 0,3 mm pada koker 8 mm (tabung plastik bekas tempat filter rokok elektrik).
Driver sampai Final QRP menggunakan modifikasi rangkaian yg banyak dikutip pada blog Wak Kabul maupun agustomank.  Prinsip modifikasi adalah rangkaian driver tidak boleh berosilasi tanpa input dari oscillator.
Rangkaian Final memodifikasi dari rangkaian Driver, mungkin masuk kelas A  dengan rancangan output sekitar 1 – 2 Watt.  Semula transistor final menggunakan 2SC1969 tetapi menimbulkan osilasi sehingga diganti 2SD313 tanpa merubah komponen lainnya.  Sementara rangkaian final belum ditambah untuk Low Pass Filter maupun Matching untuk antenna.
Series modulator menggunakan rangkaian dari Blekok QRP  (Indra S. Ekoputro – YD1JJJ dan Amirudin – YC2MAP) dengan 2 buah IC  LM741 dan transistor TIP31 +  TIP3055 dan power supply 18 Volt.

Rangkaian QRP Tx dipadukan dengan Series Modulator siap mengudara.

Rangkaian QRP Tx dengan Power 1 – 2 Watt saja.

Rangkaian Series Modulator.

Hasil Percobaan :
1.  Tanpa dihubungkan dengan modulasi, transistor Final dengan tegangan 12 Volt menyedot arus sekitar 500 mA, kondisi heatsink cukup hangat.  Dengan demikian daya input sekitar 6 Watt, jika efisiensi 50 % diperkirakan daya RF sekitar 3 Watt.
2.  Dihubungkan dengan Series Modulator, tegangan paka kolektor Final berubah antara 5 Volt – 9 Volt tergantung modulasi.  Arus kolektor berkisar 500 mA juga sehingga input daya rata-rata 3,5 Watt dan daya RF sekitar 1,7 Watt.  Begitu kira-kira secara teoritis paduan rangkaian ini cukup memadai apabila akan dijadikan pendorong penguat Final dengan Mosfet.
Rangkaian series modulator ini bisa juga  langsung dipasang pada Final baik transistor maupun Mosfet, sudah ada beberapa contoh di internet tapi saya belum mencobanya.
Saya tidak berhasil mencapai tegangan 12 Volt pada kolektor transistor Final melalui potensio bias yang ada pada rangkaian Series Modulator, seperti yang dijelaskan pada skema aslinya.
3.  Output dari C kopling Final saya solderkan pada kabel panjang 2 meter sebagai antenna lalu dicoba untuk transmit.  Bisa terdengar pada radio kempitan dengan jarak 500 ( lima ratus ) milimeter dari pemancar, sinyal bersih dan modulasi jernih seperti radio eF eM   :o
Silahkan dicoba pasti puas kalau berhasil.
Update :
Silahkan merubah rangkaian sesuai skema berikut (warna merah).   Setelah dirubah maka potensio bisa mengatur tegangan pada emittor TIP 3055 (2N3055) yang akan menuju ke Final sampai + 12 Volt atau lebih.  Setelah pengaturan optimal ini maka R = 2 ohm / 5 Watt akan overheat punya saya malah sampai berasap, sehingga resistor ini dihilangkan saja.  Arus ke Final lebih optimal dan transistor / Mosfet Final akan lebih panas.
Kualitas modulasi tetap bagus, saya sudah mencoba tegangan pada transistor seri sampai + 22 Volt masih aman.

.
Pemancar QRP
Setelah dibedah beberapa kali maka rangkaian pemancar 80 m berdaya rendah update terakhir adalah sesuai skema berikut :

Rangkaian ini digabung dengan Vackar Oscillator sudah saya buat dengan hasil baik dan saya pergunakan untuk percobaan-percobaan pengetesan modulator seri maupun penguat linier.
Pada tegangan supply 12 Volt rangkaian buffer/driver dan oscillator mengambil arus sekitar 200 mA sedangkan Final IRF 830 menyedot arus sampai 1 Ampere dan menjadi agak panas.  Apabila akan diberi modulasi silahkan diputus pada titik X, selanjutnya dihubungkan ke trafo modulasi atau modulator seri.  Sebelumnya silahkan menambahkan capasitor 100 nF (o,1 uF) dari RFC2 (titik X) ke ground.
Pengukuran output RF setelah melalui Low Pass Filter dengan dummy load 53 ohm menunjukkan terdapat tegangan RF sebesar 16 Volt atau besarnya power sekitar 5 Watt (peak) atau 2,4 Watt (rms).  Dummy load dengan kapasitas 18 Watt milik saya pun terasa hangat ketika dilakukan pengukuran.
Silahkan dicoba, sebelum membuat pemancar yang power-nya lebih besar lagi.
TAMBAHAN :  Nilai resistor di atas T1 adalah 100 ohm.

Pengalaman Buruk :
Maksud hati menambah kipas supaya Mosfet adem, dengan cara membuat lubang pada box menggunakan bor listrik.  Karena getaran yang timbul beberapa “pulau” solder terangkat dan satu toroid balun putus kawatnya.  Sesudah kipas terpasang maka bagian yang lepas di lem ulang pakai power glue, toroid balun digulung ulang dengan ukuran kawat dan jumlah lilitan yang sama kemudian disolder pada tempatnya.  Kedua toroid balun diperkuat dengan lem tembak supaya tidak gampang goyang-goyang.  Ketika rangkaian dicoba dan diukur tegangan outputnya, yang semula bisa 16 Volt ternyata hanya 6 Volt !!!
Mosfet diganti, tetap saja tidak ada perubahan  :(
Sekalian saja dilakukan tuning pada rangkaian di sekitar Mosfet dan LPF dengan merubah nilai capasitor.  Akhirnya capasitor 600 pF di sebelah kiri L3 dicopot, tegangan output bisa naik sampai 9 Volt.  Capasitor tersebut ditempelkan sesudah L4, tegangan naik jadi 12 Volt.  OK-lah, walaupun tidak bisa mencapai 16 Volt seperti semula maka capasitor 600 pF tersebut disolder pada ujung output LPF, semula 600 pF menjadi 1200 pF.
Rangkaian diukur ulang dengan dummy load 53 ohm, diukur tegangannya,  ternyata bisa 19 Volt , atau power output sekitar 7 Watt !!!
Garuk-garuk kepala yang tidak gatal sambil tersenyum kebingungan hehehe ….
Berita kepada Kawan :  Hati-hati melakukan perubahan fisik maupun mental pada rangkaian yang sudah jadi, bisa kaget setengah mati,  gitu Bro !!!
Read More >>

Read more ...

Minggu, 30 September 2012

MODIFIKASI POWER SUPPLY KOMPUTER


Pengalaman membuat rangkaian power supply dengan kapasitas arus besar membutuhkan trafo adaptor berukuran besar dan berat, elco yang juga besar, serta tambahan rangkaian stabilizer tegangan maupun arus yang belum tentu berfungsi dengan baik.
Ada alternatif power supply yang bisa diandalkan dengan kapasitas arus di atas 10 Ampere, cukup stabil, berukuran kecil dan ringan serta murah (kalau bisa beli yang bekas :o ) yaitu memanfaatkan power supply komputer.
Acuan silahkan tanya Mr. Goooogle, saya sudah mencobanya dan berhasil.

Tahap-tahap pembuatan :
1.  Beli power supply computer yg baru sekitar Rp 100 rb – Rp 250 rb-an tergantung merk dan kapasitas arusnya.  Yang bekas lebih murah tapi harus dipastikan dulu bahwa dia masih “hidup”.  Waktu membeli lihat tabel kapasitas tegangan dan arus untuk masing-masing tegangan tersebut, pilih yang sesuai dengan keinginan.  Tabel ini ada yang dicantumkan pada box ada juga yang ditempelkan pada body power supply.  Waktu membelinya jangan lupa beli juga kabel AC yang sesuai untuk menghubungkan ke PLN.

2.  Buka baut-baut yang ada di pojokan box sehingga rangkaian bagian dalam power supply terlihat jelas.  Apabila anda menggunakan yang bekas sebelum melaksanakan ini ada baiknya dibiarkan dulu beberapa hari dan setelah dibuka semua sambungan kabel yang terbuka khususnya di dekat elco-elco besar dicek dengan test-pen karena di sinilah sumber tegangan tinggi yang MEMATIKAN.  Waspadalah ! ! !
3.  Anda lihat kabel-kabel sekalipun jumlahnya banyak tetapi kabel yang warnanya sama berasal dari ujung yang sama pada PCB power supply, dan biasanya pada PCB tersebut ada tulisan tegangannya.  Punya saya menggunakan Simbadda 380 Watt sebagai berikut :  Oranye = 3,3 Volt, Merah = 5 Volt, Kuning = 12 Volt dan Hitam = 0 (nol) Volt.  Ada juga beberapa kabel lain yaitu – 5 Volt dan – 12 Volt tapi tidak saya pakai jadi dipotong saja.  Saya hanya menggunakan tegangan + 5 Volt, + 12 Volt dan 0 (nol) Volt sehingga saya menyiapkan 3 binding post untuk sambungan outputnya serta potongan PCB yang sudah dibuang tembaganya untuk tempat dudukan binding post tersebut supaya tidak korsleting.
4.  Dari banyak kabel yang ada maka kabel-kabel yang warnanya sama digabungkan jadi satu dan dipotong sesuai kebutuhan, saya menggunakan 4 – 6 kabel digabungkan ujungnya dan disolderkan pada binding post yang sesuai. Sisanya dipotong/dibuang atau disisakan sedikit pada PCB dan diberi isolasi.

5.  Di antara kabel-kabel tersebut ada yang jumlahnya masing-masing hanya 1 buah yaitu berwarna hijau dan abu-abu.  Kabel hijau berfungsi untuk menghidupkan power supply dengan cara dihubungkan ke kabel 0 (nol) Volt  (hitam) melalui saklar, bisa saklar geser atau saklar toggle, cukup yang berukuran kecil saja.

6.  Kabel abu-abu merupakan kabel indikator OK sehingga power supply akan melanjutkan operasinya.  Saya menghubungkan kabel abu-abu ini ke kabel + 5 Volt (Merah).  Ada yang menganjurkan menghubungkan kabel abu-abu ini kepada LED di seri dengan resistor sekitar 240 sampai 330 ohm kemudian ke kabel 0 (nol) Volt (hitam) sehingga sekaligus berfungsi sebagai indikator “ON” tetapi saya tidak mencobanya.
7.  Untuk indikator “ON” saya menghubungkan kabel dari + 5 V ke resistor 330 ohm kemudian ke anoda LED selanjutnya dari katoda LED ke kabel hitam ( nol Volt).

8.  Dari binding post + 5 Volt ke binding post nol Volt dihubungkan resistor 10 ohm / 10 Watt sebagai beban agar power supply bisa beroperasi secara optimal.  Saya menggunakan 2 buah resistor 22 ohm / 5 Watt paralel, disolderkan ke binding post menggunakan kawat NYA diameter 1,5 mm sehingga resistor ini menggantung di depan kipas power supply.  Dengan demikian resistor tidak akan kepanasan dan lebih awet.


9.  Cek semua hubungan kabel dan solder, pastikan pada rangkaian tidak ada sisa-sisa logam hasil melubangi pelat untuk memasang binding post dan baut tambahan, karena bisa menyebabkan korsleting.  Jika semua sudah benar dan bersih tutup kembali power supply, pasang baut-bautnya dan pasang kabel ke PLN.  Geser saklar ke posisi “ON”,  jika rangkaian sudah benar maka kipas akan berputar dan silahkan diukur tegangan pada binding post.  Jika anda masih punya sisa resistor 10 ohm / 10 Watt maka bisa dihubungkan satu ujungnya ke binding post nol Volt dan ujung yang lain ke terminal tegangan yang diinginkan kemudian diukur tegangannya masing-masing.  Besar kemungkinan tegangan yang terukur sesuai dengan yang sudah dicantumkan pada tabel power supply.
10.  Power supply modifikasi ini sudah cukup stabil sehingga tidak perlu rangkaian stabilizer tambahan.  Pada outputnya juga tidak perlu ditambah elco yang berkapasitas besar, cukup dipakai begitu saja apa adanya.  Penambahan elco besar akan menyebabkan pada saat “ON” seolah-olah rangkaian terjadi korsleting karena arus tersedot mengisi kapasitor, kemungkinan power supply menjadi tidak stabil dan tidak jadi hidup.  Yang perlu dicek ulang adalah cukup besarnya peluang timbulnya QRM terutama jika menggunakan power supply yang murah atau bekas  :o)
Selamat mencoba dan jangan lupa berhati-hatilah dengan rangkaian bertegangan tinggi, selalu check dan recheck sebelum menyentuh kabel-kabel yang terbuka atau sambungan solder karena kelalaian bisa menyebabkan KEMATIAN.
Perhatian : Tanpa saya beritahu mestinya Anda sudah tahu bahwa melaksanakan modifikasi ini akan membatalkan garansi apapun yang berlaku pada Power Supply yang anda beli.
Tulisan ini dibuat sebagai tambahan pengetahuan dan siapapun DILARANG  UNTUK MELAKSANAKAN MODIFIKASI INI TANPA KETERAMPILAN DAN PERLENGKAPAN YANG MEMADAI.
Read More >>

Read more ...
© 2011 copyright www.belajarber-sama.blogspot.com Themes By Gresik edited by belajarber-sama.blogspot
Free Download Software Full Crack Keygen Patch Serial

elecktonik